Selamat Datang di Web Blog Purna Praja STPDN/IPDN Kabupaten Ketapang

14 October 2008

Kemandulan dan Upaya Mendapatkan Keturunan

Masalah kemandulan merupakan masalah yang perlu dipahami oleh pasangan keluarga baik istri maupun sang suami, karena tanpa ada informasi benar masalah kemandulan serta upaya solusinya, akan menjadi titik awal mula cekcok antara mereka, karena mereka saling salah menyalahkan, siapa yang salah sehingga mereka belum bisa mendapat momongan setelah satu tahun menikah.
Secara umum diprediksikan setiap pasangan muda yang berkeluarga 80 persen akan hamil dalam 1 tahun pertama, 8 sampai 10 persen lainnya akan hamil dalam tahun ke dua berikutnya

Masalah kemandulan merupakan masalah yang perlu dipahami oleh pasangan keluarga baik istri maupun sang suami, karena tanpa ada informasi benar masalah kemandulan serta upaya solusinya, akan menjadi titik awal mula cekcok antara mereka, karena mereka saling salah menyalahkan, siapa yang salah sehingga mereka belum bisa mendapat momongan setelah satu tahun menikah. Secara umum diprediksikan setiap pasangan muda yang berkeluarga 80 persen akan hamil dalam 1 tahun pertama, 8 sampai 10 persen lainnya akan hamil dalam tahun ke dua berikutnya.
Ikhwal penyebab kemandulan baik dipihak pihak pria maupun wanita hampir sama, wanita sekitar 45 %, faktor pria 40 persen dan lainnya akibat yang tidak diketahui. Infertilitas alias Mandul adalah kegagalan terjadi pembuahan pada seorang ibu setelah berumah tangga selama 12 bulan dan tanpa ada perlindungan alat kontrasepsi, infertilitas bisa primer(orang yang belum pernah hamil) atau sekunder(telah pernah hamil). Insidensi mandul primer sekitar 12 persen. Untuk deteksi awal dan upaya antisipasii cepat, maka perlu dicermati oleh setiap pasangan, bila usia pasangan wanita dibawah 35 tahun saat menikah, dan telah setahun menikah, melakukan hubungan suami istri teratur tanpa proteksi kontrasepsi, sebaiknya segeralah berkonsultasikan kedokter kandungan, sedang pada kelompok wanita dengan usia diatas 35 tahun , konsultasi lebih cepat lagi yaitu bila 6 bulan menikah, tapi belum hamil.
Penyebab terjadi kemandulan banyak faktor, bisa dipihak pria maupun dipihak wanita, penyebab pada wanita meliputi, masalah di saluran tuba berkisar 15%,tidak adanya ovulasi (sel telur yang keluar dari ovarium setiap bulan) sekitar 20% dan akibat faktor yang lainnya yang tidak diketahui (10%). Kelompok pria memberi konstribusi sekitar 40 persen penyebab sulitnya mendapat anak, Kadangkala hasil pemerikasaan laboratorium keduanya (unsur pria dan wanita) normal, tetapi mereka tetap sulit mendapatkan momongan (25%) kasus yang dikenal dengan penyebab idiopathic.
Pemeriksaan pada wanita. Pada mereka yang mandul, untuk pihak wanita hal yang perlu diperhatikan meliputi, berat badan, bila seorang ibu gemuk dengan indeks metabolisme basal (BMI >30), maka sang ibu tersebut dianjurkan untuk diet, keadaan lain yang perlu juga diperhatikan adalah, kelenjar tiroid, membengkak atau tidak, adakah kelenjar ASI mengeluarkan ASI(galactorrhoiae), hirsutisme. Selain itu juga perlu dilakukan pemeriksaan rongga pelvis dan lpemeriksaan papsmear bila memungkinkan.
Selain faktor umum diatas tadi, untuk keberhasilan pengobatan mandul perlu mengetahui ada tidaknya terjadi ovulasi, bila ovulasi tidak terjadi bisa di induksi, induksi ovulasi merupakan tindakan yang relative mudah dan murah. Diagnosa adanya ovulasi, pada wanita yang mengalami haid teratur dilakukan dengan pemeriksaaan kadar progesterone dalam darah ibu jelang seminggu sebelum haid berikutnya, bila kadarnya > 30 nmol/l, atau kadar pregnandiol >0,5 mmol/ml, pemeriksaan ini membutuhkaan dana yang relative mahal. Tapi secara tradisional bisa juga melihat kesuburan/adanya ovulasi dengan melihat kekentalan lender serviks. Bila ovulasi tidak terjadi, maka bisa dilakukan induksi ovulasi dengan antiestrogen, selama 4 bulan, sejauh tidak ada riwayat radang panggul dan endometriosis. Andaikan ovulasi tidak terjadi juga maka akan dilihat kadar prolaktin pada fase awal haid, selain itu juga diperiksa kadar hormone reproduksi lain, seperti, LH(luteinzing hormone),FSH(folickle stimulating hormone),T4(tiroid hormone),TSH dan testesteron.
Pada wanita dengan yang ada ovulasinya tapi belum hamil juga maka, pemeriksaan akan dilanjutkan pada saluran tubanya, untuk melihat kedua saluran tuba apakah berfungsi baik atau tidak yang dikenal dengan histerosalpingogram(HSG), biasanya HSG dilakukan segera setelah wanita bersih dari haid oleh dokter radiologi. Kemungkinan yang didapat dari pemeriksaan berupa kedua/satu saluran tuba bagus atau tidak bagus. Bila saluran tubanya ada sumbatan akan dilanjutkan diagnostic dengan diagnostik lapararoskopi yaitu suatu operasi dengan minimal invasive, dibuat beberapa sayatan kecil di perut, bila ada perlengketan dan sumbatan bisa langsung dilanjutkan tindakan operasi. Biasanya pada kelompok ibu dengan adanya penyumbatan,bisa dilakukan operasi Salpingostomi. Angka keberhasilan pasca operasi salpingostomi sekitar 20 persen, pada kasus dengan gangguan tuba atindakan bayi tabung (IVF) akan memberikan hasil jauh lebih tinggi.
Pemeriksaan pada kelompok pria
Masih banyak para kelompok pria beranggapan factor utama mandul ada dipihak wanita padahal pendapat tersebut keliru, sehingga sering para lelaki kurang peduli terhadap pengobatan kemandulan. Sebenarnya skrining awal pada kelompok pria relative ringan yaitu hanya diminta melakukan pemeriksaan analisis sperma, sebelum pemeriksaan khusus, perlu ditanya apakah seorang peminum alcohol, perokok, apakah ada gangguan fungsi seksual, apakah pernah operasi hernia, varicocele dan operasi prostate, apakah ada nyeri di testis(orchitis), apakah ada riwayat infeksi sistemik, bagaimana riwayat pekerjaaan (ada hubungan zat toxin), adakah gangguan fungsi ereksi yang berhubungan dengan sakit gula, dan obat-obatan.

Periksa analisis sperma, Pemeriksaan analisis sperma pasangan pria , sebaiknya dilakukan dengan persiapan yang baik,seperti tidak berhubungan pasutri dalam dua hari, bila analisis sperma hasilnya meragukan, boleh dilakukan periksa ulang selang sebulan kemudian. Pada pemeriksaan sperma sesuai standar WHO, yang dilihat adalah jumlah volumenya, sifat basanya, konsentrasi (normal besar dari 20 juta), bergerak aktif (sekitar 50 persen) dan bentuk sperma normal ( >40 %). Bila hasil sperma analisis abnormal sebaiknya anjurkan untuk tidak memakai celana sempit dan lakukan ulang periksa 12 minggu kemudian.
Ada beberapa hasil yang sering didapat pada hasil semen analisis, seperti azoospermia, biasanya akibat kadar hormone FSH tinggi artinya gangguan produksi di testis, akan tetapi bila kadar FSH normal maka, ada terjadi sumbatan saluran sperma, maka peluang pengobatan melalui eksplorasi dan tindakan mikrosurgeri oleh bagian urologi. Selain itu usaha lainnya adalah biopsi tetstis untuk program ISCI Oligosperma, teratosperma (abnormal bentuk) atau asthenospermia (geraknya yang kurang), penyebab spesifik hal diatas jarang terjadi tapi sering dihubungkan, dengan peminum alcohol dan obat-obatan Selain itu Faktor gangguan endokrin juga mempengaruhi kesuburan seseorang seperti hiperprolaktinemia yang akan menyebabkan hilangnya libido, hipogonadotropic hypogonadism akibat rendah hormone LH,FSH dan Testesteron, keluhan hormonal ini diperbaiki dengan pemberian GnRH (gonadotropin releasing hormone)
Terapi
Terapi kemandulan sangat tergantung penyebabnya, pada kelompok yang tidak ovulasi dapat diinduksi dengan obat antiestrogen. Kerja obat ini berkompetisi dengan natural gestogen dengan memblok reseptornya di kelenjar pituitary, sehingga kadar FSH akan meningkat, dengan dosis 50 sampai 100 mg, yang diberikan hari ke 3 sampai ke 7 siklus. Kemungkinan kehamilan kembar sekitar 10 persen, efek samping lainnya berupa, gangguan penglihatan, rasa panas didada, rasa tegang /sakit di payudara, dan rasa kembung perut. Pada kelompok yang telah berobat tidak ada respon maka perlu dipertimbangkan dengan bayi tabung Bayi tabung, atau IVF (invitro fertilization), merupakan salah satu usaha akhir mendapatkan momongan, tingkat keberhasilannya sekitar 20-40 persen, pada kelompok program IVF, risiko abortus biasa meningkat bila kehamilannya kembar. Kelompok pasangan yang dianjurkan mendapatkan IVF/bayi tabung adalah, kelompok ibu dengan, kelainan tuba, kemandulan yang tidak diketahui penyebabnya,endometriosis,kemandulan yang berasal dari faktor suami, dan usaha inseminasi yang tidak berhasil. Selain cara IVF,cara lainnya adalah teknik GIFT, dalam cara ini sel telur dan sperma yang dibuahi di transfer melalui fimbrie saluran tuba, ISCI (intracytoplasmic sperm injection), keuntungan cara ini tanpa melihat aktif atau tidaknya sperma dan bentuk sperma itu sendiri, pada teknik ini sperma disuntik langsung kedalam sitoplasma jadi tidak membutuhkan waktu untuk reaksi kapasitasi dan akrosom.

No comments:

Post a Comment

Tulis komentar anda disini

Total pageviews bulan ini